This is default featured slide 3 title

ini adalah caraku untuk

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PRINCE OF PERSIA

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

  • pemandangan 1
  • pemandangan 2
  • pemandangan 3

Minggu, 31 Juli 2011

have fun

ada orang namanya Labaco. seumur hidup “Labaco” cuma tau AIR PUTIH saja. suatu hari ia kunjungi “Obet” Sahabatnya di kota. Obet kemudian mengajak Labaco ke warung kopi. sampe disana si Obaet pesen dua cangkir kopi, lima menit kemudian kopi dateng. waktu liat kopi, Labaco langsung ktawa mpe te_guling2 di lntai.
Obet sampe heran trus brtanya:” we Labaco knapa kao???”
Labaco lalu menjawab:”bee lucu sekali kawan, kau tau knapa..????? seumur hidup q baru kali ini q liat AIR HANGUS…!!! Ahahahahahahahahaha………..”
Si Asep sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan dengan (baca: merayu) cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut :
Cowok : “Maaf, mbak. Mbak punya obeng, ngga?”
Cewek : “Ha? Nggak..”
Cowok : “Kalo nomer hp punya kan?”
…..
Akhirnya, Asep Surasep ingin mencoba “rayuan maut” tersebut.
Dan… Di suatu taman…
Asep : “Maaf, mbak. Mbak punya obeng nggak?”
Cewek : “Punya… Mau yang plus atau minus?”
Asep : “Eh?!?,..ngg..yang minus aja mbak. Kalo palu punya nggak?”
Cewek : “Punya juga.. nih..”
Asep : “(Damn..) ?? Kalo kunci inggris, ada nggak?” (dengan penuh pengharapan agar si cewek menjawab “tidak”)
Cewek : “Ooo.. itu juga ada… dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau yang mana?”
Asep : “(buset…).. DAAMMMN…!! F&^%**K…. To the point aja deh, mbak. Mbak punya nomer hape nggak?”
Cewek : “Ooo.. ini.. (sambil menyodorkan kartu nama dan brosur Ace hardware). Kalo mas butuh perkakas, hubungi saya aja. Saya kebetulan di bagian sales Ace Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ace hardware gitu lho!!!…”
Asep : “….nasiiib….” (sambil pergi dengan tertunduk lesu..)
Ada 3 bayi kembar ngobrol dalam perut ibunya>
Bayi 1 : Besok kalo aku udah gede, aku mau jadi pegawai PLN. Habis di sini gelap sich….
Bayi 2 : Kalo aku mau jadi arsitek, biar bisa bikin rumah yang gede…Habis di sini sempit banget…
Bayi 3 : Kalo aku sih pengen jadi detektif, aku mau nyelidikin siapa si kepala gundul yang sering keluar masuk tiap malam sambil ngeludahin kita bertiga

Korupsi ! Merugikan ! Pengertian !

Jul 29, 2011 Author: Humor | Filed under: Cerita Lucu Umum
Suatu hari, si A, B dan C datang ke kantor untuk mengikuti tes CPNS. Hari itu materinya wawancara lisan. Satu persatu mereka dipanggil pewawancara.
Si A memasuki ruangan.
Pewawancara : “Berapa 100 ditambah 100?”
A : “250, Pak”
Pewawancara : “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi”
Si A keluar ruangan.
Si B memasuki ruangan
Pewawancara : “Berapa 100 ditambah 100?”
B : “150, Pak”
Pewawancara : “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara.”
Si B keluar ruangan.
Si C memasuki ruangan
Pewawancara : “Berapa 100 ditambah 100?”
Si C : “Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan”
Pewawancara : OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian
Pada suatu hari nampaklah massa berkerumun didepan sebuah bank yang tergolong baru buka cabang disitu. Sekelompok pria dan wanita muda melakukan demontrasi menuntut hak dan keadilan karena lamaran mereka untuk menjadi karyawan pada bank tersebut ditolak. Spanduk dan Poster dibentangkan dihalaman depan Bank XXXXX sehingga sempat memacetkan lalu lintas sekitar tempat kejadian. Dalam keadaan biasa, daerah sekitar Roxy-Jakarta Barat situasi lalu lintas sudah padat-merayap apalagi ada demonstrasi. “Jelek-jelek begini saya pernah kerja dengan orang Korea”, teriak seorang demonstrator yang ternyata wanita muda. “Saya pernah kerja dengan Jepang”, sambung yang lainnya “Saya pernah kerja di Arab Saudi”, yang lainnya berteriak. Usut punya usut, bank yang baru dibuka tersebut yang menuliskan papan nama “BANK PEMBANTU XXXXX” ternyata membuka lowongan untuk merekut pegawai. Para pembantu rumah tangga beranggapan bahwa bank tersebut khusus untuk para pembantu (rumah tangga). Maka berbondong-bondong dengan penuh antusias mereka mengajukan surat lamaran kerja. Setelah dijelaskan duduk perkaranya, satu persatu para “demonstran” tadi meninggalkan tempat sambil bersungut-sungut.
“Mangkanya jangan pakai papan nama Bank Pembantu dong, kirain banknya para pembantu”.